banner 728x250

SPBU Marga Mulya Diduga Tak Layani Para Pemudik

Petugas SPBU Melayani Pembeli Menggunakan Drigen. FOTO/Doc.Nurussulhi Nawawi

LUBUKLINGGAU, Beligatupdate.com- SPBU Marga Mulya Kota Lubuklinggau seakan tiada menghiraukan Konsumen arus Mudik – Balik yang sangat memerlukan BBM harus antri begitu lama dan Panjang, pasalnya para petugas SPBU tanpa sedikitpun merasa berdosa diduga lebih mendahulukan para Broker pencari BBM Jerigen untuk dijual kepada Konsumen dengan harga yang lebih tinggi (26/6).

Nurussulhi Nawawi, salah seorang konsumen dan sekaligus Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen ( BPSK) Kota Lubuklinggau menjelaskan bahwa petugas SPBU diduga mendapatkan keuntungan yang lebih berupa Fee dari setiap Jerigen yang diisi.

“Pengabaian terhadap tanggung jawab untuk mendahulukan Konsumen yang memakai kendaraan R2, R4 dan R6 terjadi pada saat ramainya arus mudik-balik lebaran, pada hari Senin ( 26/6 2017 ) sekira Pukul 15.30 WIB”, kata Nurussulhi.

Diterangkannya, SPBU ini pada momen arus Mudik – Balik Lebaran seyogyanya wajib memberikan pelayanan selama 24 Jam, namun fakta dilapangan harus tutup sekitar Pukul 21.00 WIB.

“Stok BBM sudah lebih dahulu habis akibat disalahgunakan. Anehnya, pihak Pengawas SPBU nampak santai melihat situasi yang sesungguhnya sangat meresahkan Konsumen tersebut. Konsumen mempertanyakan dimana Pengawasan pihak Wira Penjualan (WP) Pertamina Depo Lubuklinggau terhadap SPBU terindikasi nakal ini”, terangnya.

Lebih lanjut kata Nurussulhi, hal ini sangat mencoreng nama baik Kota Lubuklinggau yang tengah sibuk melayani tamu-tamu yang melintasi Kota Lubuklinggau sebagai Kota Transit.

“Jika Wira Penjualan Pertamina Depo Lubuklinggau diam saja dan tidak memberikan tindakan tegas, maka jangan salahkan Stakeholder Perlindungan Konsumen di Kota Lubuklinggau mengindikasikan bahwa Anda menjadi bagian dari penikmat uang recehan dari penjualan BBM haram dengan memakai Jerigen tersebut”,pungkasnya.

Sementara pihak Wira Penjualan (WP) Depo Pertamina Lubuklinggau SPBU Marga Mulya ketika dikonfirmasi lewat saluran telepon belum bisa memberikan keterangan secara resmi terkait adanya dugaan petugas SPBU yang nakal.(Reki/Red)

error: Maaf Di Kunci