banner 728x250

Layakkah Riezky Aprilia Menuju Linggau 1

DEKLARATOR Ormas Perindo 2013-2014 ini merupakan sosok perempuan yang sangat dekat dengan masyarakat terutama kalangan Pemuda. Tak heran jika dirinya dinobatkan sebagai Ketua Umum aliansi Pemuda ormas Perindo. Lalu, dengan pengalaman dan jam terbangnya sebagai tokoh pemuda dikanca Nasional, layakkah Riezky Aprilia menduduki kursi 1 Lubuklinggau, bèrikut penjelasannya ?

Tim – Beligatupdate.com

Ketika disambangi dikediamannya, kami langsung disambut dengan senyuman dan nampak dari gesture tubuhnya sangat welcome menerima kedatangan kami walaupun beliau nampak kelelahan karena kepadatan jadwal beliau.

Kiki sapaan akrab Riezky Aprilia, merupakan sosok perempuan yang sangat enerjik, ramah, cerdas, tegas dan selalu tersenyum ini mulai bercerita tentang Nawaitunya untuk maju dalam kontestasi Pilkada serentak di Kota Lubuklinggau.

Dirinya menyadari jika dirinya merupakan wajah baru di Kota Lubuklinggau, walaupun sebagian sudah memahami jika beliau adalah puteri dari Bapak Riduan Effendi dan Ibu Septiana Zuraida. Beliau lahir dan besar di Kota Palembang, namun pernah mengenyam pendidikan selama 6 bulan di SMP Xaverius Lubuklinggau. Lalu apakah beliau seorang putera daerah? Tentu bukan.

Lalu Kikipun mulai mengutarakan kehidupan pribadinya dan sesekali diselingi sanda guraunya yang khas sehingga tim beligatupdate.com pun terhanyut dalam cerita seakan memasuki dimensi alur cerita.

Saya merupakan seorang isteri dan ibu dari 4 orang putera yang berdomisili di Jakarta. Untuk memberanikan diri menuju Kota Lubuklinggau, memang bukan hal yang mudah, karena hakekat seorqng wanita terlebih seorang ibu adalah mengabdi kepada rumah tangganya. Namun, tanpa seizin dan restu suami dan anak pula tak mungkin saya sampai di Lubuklinggau.

Semua perempuan pasti sangat mengerti sekali bagaimana rasanya berpisah dari anak-anaknya. Dimana sayapun masih memiliki anak yang masih balita dan membutuhkan kasih sayang saya. Namun, ini merupakan bagian dari konsekuensi yang harus saya terima dari langkah yang saya ambil dan ini menjadi bagian dari perjalanan hidup yang telah saya pertimbangkan dengan sangat matang.

Tak lama kemudian kami disuguhkan minuman kopi dan teh hangat  dan beliaupun mempersilahkan kami untuk menyeduh secangkir minuman yang telah dihidangkan. Dan terasa lebih nikmat ketika melihat senyuman seorang kiki walaupun secangkir Teh tersebut masih nampak mengepul asap.

Kiki pun mulai melanjutkan obrolan, yang sesaat sempat terhenti. Saya adalah manusia biasa, bukan Nabi dan bukan pula Malaikat, tetapi dari dulu yang saya yakini adalah bahwa tujuan saya menjalanai kehidupan ini adalah berguna dan bermanfaat untuk orang lain.

Menjadi calon Walikota atau tidak sekalipun ‘Saya adalah saya’ dan saya tetap akan seperti ini. Karena ini bicara pilihan saya dan hak politik saya untuk memilih ataupun dipilih. Jika Allah SWT meridhoi dan mendapat restu-Nya untuk mengikuti pesta demokrasi 5 ( lima ) tahunan ini. Inilah yang menjadi ujian sebenarnya buat saya. Apakah saya mampu atau tidak ? Apakah saya amanah atau tidak ? Apakah saya angkuh atau tidak ? Lalu apakah saya Layak atau tidak memimpin Kota Lubuklinggau ? Semua saya serahkan kepada masyarakat yang menilai apakah Seorang anak kecil seperti Kiki layak, pantas ataukah tidak.

Apa yang sudah ada di Lubuklinggau saat ini adalah baik dari segala aspek pembangunan, masyarakat, pendidikan, sosial budaya dan berbagai aspek lainnya. Tujuan saya menuju Kota Lubuklinggau adalah membawa gagasan dan pemikiran tang baru ataupun menggabungkan gagasan dan pemikiran saya dengan keadaan riil yang sekarang di Lubuklinggau.

Saya yakin siapapun yang mengikuti kontestasi Pilkada serentak 2018 memiliki tujuan yang baik dan untuk kemaslahatan masyarakat. Yang berbeda adalah caranya untuk mewujudkan itu semua. Lubuklinggau adalah satu karena memang Lubuklinggau MANTAB.

error: Maaf Di Kunci