Lahat, Beligat.com – Polemik batalnya pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2026 kian memanas, setelah Kepala Bappeda Lahat, Feriansyah Eka Putra menyebut, keterlambatan terjadi akibat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum menuntaskan penginputan kegiatan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Pernyataan ini langsung memantik reaksi keras dari DPRD Lahat, saat rapat Banggar di ruang rapat utama DPRD Lahat, Jumat (9/10/2026), hingga menantang Kepala Bappeda Lahat untuk menyebutkan secara terbuka, OPD mana saja yang dinilai jadi penyebab keterlambatan tersebut.
Nopran Marjani, anggota DPRD Lahat Fraksi Partai Gerindra sempat meminta Kepala Bappeda Lahat untuk membuka secara terang-terangan, OPD mana saja yang dianggap jadi penyebab keterlambatan.
Nopran menyebut, jika memang keterlambatan disebabkan ketidakmampuan kepala OPD menjalankan tugas, persoalan itu tidak cukup berhenti pada saling lempar tanggung jawab. Harus ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab.
“Kalau Kepala Bappeda Lahat menyebut kesalahan itu dari Kepala OPD, sebutkan OPD mana saja,” tegas Nopran Marjani, Sabtu (10/10/2026).
Sebelumnya saat rapat Banggar di DPRD Lahat, Kepala Bappeda Lahat, Feriansyah Eka Putra menjelaskan, bahwa dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) baru bisa ditutup setelah seluruh OPD menyelesaikan input kegiatan melalui SIPD.
Menurutnya, selama masih ada OPD yang belum menyelesaikan input, proses penutupan RKPD belum dapat dilakukan. Padahal, pemerintah daerah juga harus menjalani tahapan lain, mulai dari reviu Inspektorat, fasilitasi ke Bappeda Provinsi, hingga harmonisasi ke kantor wilayah terkait.
“Sampai 7, masih ada OPD yang belum menyelesaikan input. Ada juga dari kecamatan,” jelas Feriansyah Eka Putra.
Feriansyah menegaskan, tugas Bappeda adalah menghimpun usulan dari seluruh perangkat daerah, bukan melakukan input usulan atas nama masing-masing OPD. Keterlambatan itu lebih ke SKPD karena kesalahan teknis.
“Tapi ini tidak ada unsur kesengajaan. Barang ini sudah jadi bubur, tinggal bagaimana mencari solusi. Ini sudah di luar kemampuan kami,” ujarnya.*(Firly)




